Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Jumat, 22 September 2017

Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 537 Miliar

 Image result for adhi karya
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapatkan proyek baru dari PT Bukit Asam Tbk senilai Rp 537,28 miliar.  PT Adhi Karya Tbk akan mengerjakan proyek pembangunan pemukiman Township Tanah Putih. Lokasi proyek itu berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan pelaksanaan proyek 15 bulan.
"Lingkup pekerjaan dilakukan perumahan, apartemen, gedung serbaguna, dan sarana penunjang," kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata
PT Adhi Karya Tbk mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 28,6 triliun hingga Agustus 2017. Kontrak itu termasuk dari LRT Jabodebek fase 1.

Realisasi perolehan kontrak baru pada 2017 antara lain Trans Park Bekasi, Jawa Barat sebesar Rp 596,2 miliar, Masjid Agung Batam, Kepulauan Riau senilai Rp 237,1 miliar, dan Tol Kualanamu seksi 7B Sumatera Utara senilai Rp 225,9 miliar.
Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Agustus 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,6 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.
Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru PT Adhi Karya Tbk terdiri dari Pemerintah tercatat 79,4 persen, BUMN sebesar 9,8 persen, sementara swasta/lainnya sebanyak 10,8 persen. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Jalan, Jembatan & LRT sebanyak 73,7 persen, proyek gedung sebanyak 20,6 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 5,7 persen.

sumber : Liputan 6

Senin, 11 September 2017

Ini Saat yang Pas untuk Masuk ke Saham Konstruksi

Ini saat pas masuk ke saham konstruksi
Saatnya kembali masuk ke dalam saham konstruksi pelat merah. Ini menyusul adanya sinyal bagi saham di sektor tersebut untuk kembali menguat. 

Sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu, empat saham konstruksi BUMN yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) terus melemah. Jika dirata-ratakan, pelemahannya mencapai 19%.
Jika melihat posisi tersebut, artinya sektor saham konstruksi BUMN telah underperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sendiri justru telah mengalami kenaikan 11% year to date (ytd) sebesar 11%.
Meski demikian, bukan berarti saham tersebut menjadi dihindari. Justru pelemahan tersebut bisa menjadi peluang untuk kembali mengoleksi saham-saham tersebut. 

"Pemerintah masih tetap berkomitmen untuk terus melanjutkan program percepatan infrastruktur," ujar M.Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas
Sehingga,soal pendanaan infrastruktur yang selama ini sempat menjadi isu seharusnya bisa mulai ternetralisir. Pada saat yang bersamaan, sekarang sudah memasuki periode dimana kontrak-kontrak yang diperoleh emiten konstruksi pelat merah mulai ramai. 

Bukan hanya dari segi fundamental. Sisi teknikal pun mendukung adanya sinyal berbaliknya arah saham sektor tersebut. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks saham infrastruktur yang secara umum membentuk pola bullish dragonfly doji star candle.
Indikator tersebut mengindikasikan adanya bullish cuntinuation pada pergerakan saham sektor tersebut. "Ini berdasarkan weekly chart, sehingga masih berpotensi untuk menguat," imbuh Nafan. 

sumber : Kontan

Selasa, 05 September 2017

Saham TLKM Tekan IHSG di Sesi I, AUTO Merosot 8,27%

       

JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,32% atau 18,48 poin ke level 5.795,26 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (5/9/2017).
Walaupun dibuka di zona hijau, IHSG langsung tertekan dan bergerak melemah hingga akhir sesi I pada kisaran 5.774,31 - 5.834,18.
Sebanyak 99 saham menguat, 203 saham melemah, dan 257 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG di akhir sesi I.
Seluruh sembilan indeks sektoral terpantau melemah, didorong oleh sektor industri dasar yang melemah 1,02%, diikuti sektor properti dengan  pelemahan 1,01%.
Saham INTP (-2,25%), SMGR (-2,26%), SMBR (-1,33%), dan BRPT (1,24%) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor industri dasar pada indeks sektoral IHSG siang ini.

Apa saja 10 emiten penekan utama IHSG siang ini? Berikut rinciannya:
 Berdasarkan kapitalisasi pasar:
KodePerubahan
TLKM-0,85%
UNVR-0,59%
PGAS-4,03%
BBNI-1,39%
GGRM-1,16%

 Berdasarkan presentase: 
KodePerubahan
AUTO-8,27%
CARS-8,11%
BBLD-8,06%
META-7,91%
UNIT-7,52%

Sumber: Bloomberg

Mencermati Aksi Backdoor Listing

Mencermati aksi backdoor listing

Banyak cara untuk meraih akses pendanaan dari pasar modal tanpa harus menjadi perusahaan terbuka. Salah satu cara yang cukup singkat dan mudah adalah masuk secara tak langsung melalui pintu belakang, yang kerap disebut aksi backdoor listing.
 
AirAsia Bhd menggunakan cara ini. Perusahaan maskapai penerbangan ini akan melancarkan aksi backdoor listing atas unit usahanya di Indonesia, PT Indonesia AirAsia (IAA). IAA akan mendarat di Bursa Efek Indonesia melalui PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP). Nantinya, CMPP akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 13,6 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Artinya, aksi korporasi ini akan mengumpulkan dana mencapai Rp 3,41 triliun. CMPP akan langsung mengalokasikan 76% dana rights issue untuk mengambil alih IAA senilai Rp 2,6 triliun. Sedangkan 24% sisanya, dialokasikan bagi modal kerja CMPP dan entitas anak. 

Seiring dengan akrobat ini, CMPP akan memfokuskan usahanya ke bidang usaha jasa penerbangan komersial berjadwal. Oleh karena itu, CMPP akan mendivestasi kegiatan usahanya yang bergerak di bisnis penjualan batubara dan jasa pelayaran.
Donny Petrus Pranoto, Komisaris Utama CMPP, mengatakan, rights issue ini dapat menambah jumlah saham beredar CMPP, "Jadi bisa meningkatkan likuiditas," ujarnya.

Yang perlu dicermati dalam menggunakan backdoor listing , kinerja IAA masih terpuruk. Hingga Juni 2017 aset IAA mencapai Rp 2,92 triliun dengan liabilitas Rp 3,04 triliun. Artinya, ekuitas IAA masih minus sebesar Rp 117,22 miliar. Sementara itu, pendapatannya mencapai Rp 1,92 triliun dengan rugi bersih sebesar Rp 557,88 miliar.

Cermati valuasi
Selain AirAsia, perusahaan lain yang juga mempertimbangkan masuk ke pasar modal lewat skema backdoor listing adalah perusahaan properti Anugerah Kasih Investama. Saat ini perusahaan sedang terlibat proses negosiasi dengan tiga emiten bursa. Lalu, PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) juga mengkaji opsi untuk menyiapkan anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) untuk melantai di bursa efek melalui backdoor listing.
Bertoni Rio, Analis Senior Anugrah Securindo Indah, mengatakan, backdoor listing memberikan peluang untuk membesarkan market cap melalui penerbitan saham baru. "Juga menambah ekspansi atau pelengkap usaha," terang Rio 

Aksi backdoor listing juga berdampak positif bagi perusahaan terbuka yang sudah jenuh menjalankan bisnis intinya. Dampak negatifnya, valuasi perusahaan yang jadi sasaran akan makin mahal. Sehingga, sebelum memutuskan berinvestasi, investor harus tetap mencermati fundamental saham yang menjadi target backdoor.
Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas bilang, backdoor listing menjadi cara mendapatkan sumber dana baru dari pasar modal. Menurutnya, akrobat AirAsia akan mencuri perhatian investor. Tapi, ia tetap menyarankan investor agar cermat, karena kinerja IAA yang masih rugi. 

sumber : Kontan.co.id